Ekonomi Kota Jambi
Beranda / Birokrasi / Kota Jambi / Melihat Pasar Tradisional 46 Kota Jambi

Melihat Pasar Tradisional 46 Kota Jambi

Kota Jambi (berkabar.net) – Pasar Empat Enam (Pasar 46) adalah pasar tradisional  yang beroperasi setiap hari hanya dua jam, dari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB di Kota Jambi.

Pasar tradisional unik ini disebut Pasar 46 dan sangat berbeda dengan pasar yang ada di Kota Jambi, karena buka setiap sore tepatnya buka pada pukul 4 dan tutup pada pukul 6 sore. Walaupun pasar ini buka cukup singkat, hanya dua jam, namun menurut warga sejak pasar dibuka, pengunjung setiap hari selalu ramai.

Pasar 46 ini cukup strategis yang berada di perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Jalan Lingkar Timur atau jalan baru, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Pantauan media ini di lapangan, Senin (1/6/2026) bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, kegiatan jual beli cukup ramai.

Pasar ini cukup sempit, pedagang mendirikan lapak dagangannya hanya di tepi jalan dengan luas ± 1,5 meter diapit jalan besar dan persawahan. Dan para pembeli harus berhati-hati karena lapak tepat di pinggir jalan tempat perlintasan kendaraan besar. Namun, pasar singkat ini mempunyai daya tarik tersendiri.

Berbagai jenis sayuran segar, umbi-umbian, buah-buahan lokal, serta berbagai jenis ikan sungai (air tawar) yang umumnya hasil para petani dan nelayan di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi dijual disini. Tidak hanya itu, penjual makanan ringan berbagai jenis serta beberapa produk hasil UMKM daerah sekitar.

Salah satu pedagang, bernama Winarno yang akrab dipanggil Pakde Win mengatakan, Pasar 46 ini ada sejak tahun 1991, cukup lama.

“Awalnya, pada tahun 1991 ada seorang penangkap ikan di sekitar sini bernama Ahmad Yusuf (Almarhum). Dia menggelar hasil tangkapannya di tempat ini dengan menimbun tanah dan mendirikan lapak seadanya, ternyata laris. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak pedagang yang mengikuti langkah Pak Ahmad hingga sekarang. Sampai saat ini di Pasar 46 telah berdiri lapak sekitar 95 buah,” kata Pakde Win. (Hendra/h)